Banyak dari kita telah membaca kisah-kisah kesholihan dari Para Salaf.

Ada dari mereka, yang menangis selama 20 tahun, dan istrinya tidak mengetahui tentang tangisannya. (Shifatush Shafwah 3/269)

Dan anda tahu Imam Syafi’i rahimahullah? Beliau berkata, “Sungguh aku suka bila semua manusia menimba ilmu dariku tanpa menisbatkan ilmu itu kepadaku sedikitpun.” (Shifatush Shafwah 2/251). Betapa tawadhu’-nya beliau, dan takutnya beliau pada ketenaran.

Amalan mereka begitu banyak, tapi mereka menganggap amalan-amalan mereka sedikit, dan mereka lebih fokus untuk mengharap ampunan dari dosa-dosa yang mereka perbuat.

Sedangkan kita?
Dibanding mereka, amalan kita sangatlah sedikit…
Namun seolah-olah kita menganggapnya banyak…

Dosa kita begitu banyak…
Namun seolah-olah kita menganggapnya kecil…

dan kita menyepelakan keikhlasan, menganggap diri bahwa diri ini sudah ikhlas…

Ubadah bin Abu Lubabah berkata,
“Orang yang paling berpotensi terjatuh ke dalam perbuatan riya’ adalah dia yang paling merasa dirinya jauh dari perbuatan riya’.” (Munjidul Khotib 1/14)

Semoga ALLah mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan kita hidayah.

Leave a Reply

*