Renungan Rububiyah di balik fenomena “Panic Buying”

Belakangan ini viral video masyarakat berdesakan menyerbu kaleng susu. Kejadian tersebut terjadi pada sebuah toko di Indonesia. Sebagian dari kita mungkin sudah menyaksikan betapa riuh dan tidak teraturnya perilaku masyarakat di sana.⁠

Fenomena perilaku berbelanja yang tidak teratur tersebut biasa disebut _panic buying_. _Panic buying_ secara sederhana dapat diartikan sebagai aktivitas berbelanja yang didasari oleh rasa panik. Kepanikan tersebut secara umum muncul karena seseorang merasa hidupnya berada dalam bahaya, sehingga harus segera memiliki suatu hal yang dapat memberi rasa aman padanya.⁠

Seorang muslim yang baik sejatinya tidak akan mudah terjerumus dalam perilaku _panic buying_. Mengapa demikian? Salah satu sebabnya adalah fondasi aqidah yang kuat dengan landasan tauhid yang benar.⁠

Tentunya, kita sebagai seorang muslim harus mengedukasi saudara kita untuk tidak melakukan _panic buying_. Fenomena yang sudah dilakukan orang lain dapat menjadi peringatan bagi kita untuk lebih gencar memberi edukasi tauhid yang tepat. Keimanan kita kepada aspek _uluhiyah_, _rububiyah_, serta _asma was sifat_ dari Allah subhanahu wata’ala adalah sebaik-baik kunci ketenangan hati, baik saat sekarang ini ataupun nanti pasca pandemi.⁠

Yuk manfaatkan waktu luang untuk mendengarkan Radio Muslim. ⁠
📻 Simak di 1467 AM atau www.radiomuslim.com
———⁠
Raih pahala jariyyah, klik link :⁠
http://wa.me/6285293348887⁠

Aplikasi Radio Muslim Jogja Official:⁠
https://play.google.com/store/apps/details…

Ikuti Channel Kami:⁠
@radiomuslimjogja ⁠
@muslimorid @muslimahorid ⁠
@ypiaorid @sdityaabunayya ⁠
@mubk_jogja @mahad.ilmi ⁠
@pedulimuslim @pustakamuslim⁠

#radiomuslim#tauhid#aqidah#iman#panicbuying#pandemi#covid19#islam#nasehat#edukasi#ahlussunah#sunnah#sunnahnabi#belanja#panik

Leave a Reply

*