Menjawab Salam di Radio

Kesimpulan di atas, berdasarkan beberapa keterangan ulama berikut,

Pertama, keterangan An-Nawawi,

Imam Abu Saad al-Mutawalli dan yang lainnya mengatakan, ‘Apabila seseorang memanggil orang lain dari balik tabir atau tembok, kemudian dia mengucapkan ‘Assalamu alaika, wahai fulan..’ atau ada orang yang menulis surat, dan ada kalimat salam, ‘Assalamu alaika, wahai fulan..’ atau ‘‘Assalamu ala fulan..’ atau dia menyuruh orang untuk menyampaikan salam kepada si fulan, kemudian surat atau utusan ini sampai ke sasaran, maka wajib bagi yang mendapatkannya untuk menjawab salamnya.

Demikian pula yang disebutkan oleh Al-Wahidi dan yang lainnya, bahwa wajib bagi orang yang menerima surat untuk menjawab salamnya, apabila pengirim menyampaikan salam. (Al-Adzkar, hlm. 247).

Kedua, keterangan Imam Ibnu Baz

Beliau ditanya tentang salam yang disampaikan oleh penulis di artikel, majalah, di buku, atau yang disiarkan di radio atau TV. Apakah wajib dijawab salamnya,

Jawaban Imam Ibnu Baz,

Menjawab salam semacam ini hukumnya fardhu kifayah, karena dia menyampaikan salam kepada banyak masyarakat. Sehingga cukup sebagian yang menjawab. Namun yang lebih afdhal, setiap muslim menjawab salam yang dia dengar, berdasarkan keumuman dalil.

(Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 9/396)

Ketiga, keterangan Dr. Soleh Al-Fauzan,

Pertanyaan, apabila ada orang menyampaikan salam di TV, radio, atau penulis menyampaikan salam melalui artikelnya di majalah, apakah wajib menjawab salam dalam kondisi ini?

Jawab beliau,

“Wajib menjawab salam apabila seseorang mendengarkannya secara langsung, atau melalui tulisan yang diarahkan kepadanya, atau melalui media informasi yang disampaikan kepada para pendengar, berdasarkan keumuman dalil tentang wajibnya menjawab salam.”

(Al-Muntaqa Fatawa Al-Fauzan, volume 63, no. 8)

Allahu a’lam

🖋️Ustadz Ammi Nur Baits
🌐https://konsultasisyariah.com/20110-hukum-menjawab-salam-di-radio-atau-televisi.html

Leave a Reply

*