Jadilah Dirimu Sebaik-baik Wanita Muslimah

Dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut menjelaskan beberapa karakter terbaik seorang wanita, yaitu:

Pertama, “sangat sayang (cinta) kepada suami”. Suami tentu saja yang paling berhak mendapatkan sifat penyayang dari seorang wanita (istrinya). Seorang wanita shalihah tentu akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencurahkan cinta dan kasih sayangnya, baik dalam bentuk kalimat yang lembut, sikap yang baik, ketika berinteraksi dengan sang suami. Sehingga cinta dan kasih sayang ini akan tercermin dalam ucapan (kata-kata), penampilan, sikap dan perbuatan, dan juga akhlak ketika berinteraksi dengan sang suami.

Kedua, “subur (memiliki banyak anak)”. Ini juga di antara karakter wanita yang terbaik. Meskipun demikian, apabila seorang wanita tertimpa suatu penyakit sehingga menyebabkan dirinya sulit (atau bahkan tidak bisa) memiliki anak, hal itu bukanlah kekurangan atau celaan (aib) baginya. Karena hal itu bukanlah perkara yang memang dia inginkan atau dia usahakan. Allah Ta’ala tentu tidak akan menghukumnya, dan tidaklah mengurangi keshalihannya.

Adapun jika pada asalnya dia adalah seorang wanita yang subur (tidak memiliki penyakit tertentu yang berdampak sulit atau tidak bisa memiliki anak), akan tetapi dia tidak mau memiliki anak dan tidak mau berusaha memiliki anak, atau bahkan dia menempuh jalan agar tidak memiliki anak sama sekali, inilah sifat (karakter) yang tercela. Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan subur (mudah memiliki banyak anak). Karena aku akan berbangga-bangga dengan jumlah umatku yang banyak pada hari kiamat.” (HR. Ahmad no. 12613, dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’ no. 1784)

Oleh karena itu, hendaknya seorang wanita berusaha untuk memiliki keturunan, mencurahkan segala upaya untuk merealisasikan hal tersebut. Semoga hal itu menjadi sebab terwujudnya generasi keturunan yang shalih dan terwujudnya para da’i yang mendakwahkan kebaikan. Semoga Allah Ta’ala memuliakan para wanita karena mereka adalah sebab terwujudnya generasi yang shalih dan shalihah.

Ketiga, “tidak kasar”. Dia memiliki karakter yang tidak kasar dan keras. Namun dia bersikap taat, mendengar, dan senantiasa merespon suami dengan respon yang baik. Juga tidak bersikap sombong dan tinggi hati di hadapan suami sehingga tidak mau menunaikan hak suami.

Keempat, “membantu suami dalam kebaikan”. Dia berusaha membantu dan mensupport suami dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Itulah sumber kebahagiaan seorang wanita.

Kelima, “ketika mereka bertakwa kepada Allah”. Sifat-sifat mulia tersebut hanyalah akan bermanfaat untuk seorang wanita jika mereka bertakwa kepada Allah Ta’ala, dia mengharapkan ridha dan pahala dari Allah Ta’ala, bukan karena motivasi-motivasi yang lainnya. Jika motivasinya bukan karena takwa kepada Allah Ta’ala, semuanya itu tentu tidak akan bermanfaat baginya.

✒️ Ustadz Muhammad Saifudin Hakim, hafizhahullah⁠
🌐 https://muslim.or.id/58142-beberapa-karakter-terbaik-dan-terburuk-seorang-wanita.html

Yuk manfaatkan waktu luang untuk mendengarkan Radio Muslim. ⁠
📻 Simak di 1467 AM atau www.radiomuslim.com⁠
———⁠
Raih pahala jariyyah, klik link :⁠
http://wa.me/6285293348887⁠

Aplikasi Radio Muslim Jogja Official:⁠
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radiomuslim⁠

Ikuti Channel Kami:⁠
@radiomuslimjogja ⁠
@muslimorid @muslimahorid ⁠
@ypiaorid @sdityaabunayya ⁠
@mubk_jogja @mahad.ilmi ⁠
@pedulimuslim @pustakamuslim

Leave a Reply

*