Bermaksiat Di Waktu Yang Mulia

Amal Sholih di waktu mulia pahalanya dilipatgandakan.
Sebaliknya, maksiat di waktu mulia semisal ramadhan dosanya lebih besar dibandingkan di luar ramadhan.

Aktivitas pacaran di bulan ramadhan dosanya lebih besar dibandingkan dosa pacaran di luar bulan ramadhan tanpa bermaksud meremehkan dosa pacaran di luar bulan ramadhan.
Kadar berat dosa di waktu mulia bertingkat-tingkat, sebagaimana kemuliaan waktu tersebut.
-Maksiat di awal ramadhan dosanya lebih besar dibandingkan maksiat du luar ramadhan
-Maksiat di sepuluh hari terakhir ramadhan dosanya lebih besar lagi.
-Maksiat saat Lailatul Qadar dosanya lebih besar lagi.

Bedanya, Amal sholih di waktu mulia itu pahalanya lebih besar dari sisi kualitas dan kuantitas pahala. Sedangkan maksiat di waktu mulia dosanya lebih besar dari sisi kualitas tanpa kuantitas.
Artinya, satu maksiat tetap dinilai satu maksiat hanya saja kadar dosanya lebih berat.

Ketentuan semisal juga berlaku untuk tempat mulia.
-Maksiat di masjid dosanya lebih besar dibandingkan jika diselain masjid.
-Maksiat di Masjid Nabawai dosanya lebih besar lagi.
-Maksiat di Masjidil Haram dosanya lebih ngeri lagi.

Semoga ALlah mengampuni dosa-dosa penulis dan semua pembaca tulisan ini dengan kasih sayang dan kemurahan-Nya.

-Ustadz Aris Munandar

Leave a Reply

*