Berhati-hati Dengan Pujian

Ada yang menanyakan pada Yahya bin Mu’adz, “Kapan seorang hamba disebut berbuat ikhlas?” “Jika keadaanya mirip dengan anak yang menyusui. Cobalah lihat anak tersebut dia tidak lagi peduli jika ada yang memuji atau mencelanya”, jawab Yahya.

Ada yang berkata pada Dzun Nuun Al Mishri rahimahullah, “Kapan seorang hamba bisa mengetahui dirinya itu ikhlas?” “Jika ia telah mencurahkan segala usahanya untuk melakukan ketaatan dan ia tidak gila pujian manusia”, jawab Dzun Nuun.

Coba pula lihat perkataan Ibnu ‘Atho’ dalam hikam-nya. Beliau berkata, “Ketahuilah bahwa manusia biasa memujimu karena itulah yang mereka lihat secara lahir darimu. Seharusnya engkau menjadikan dirimu itu cambuk dari pujian tersebut. Karena ingatlah orang yang paling bodoh adalah yang dirinya itu yakin akan pujian manusia padahal ia yakin akan kekurangan dirinya.”

Lihatlah bagaimana Ibnu Mas’ud, sahabat yang mulia, namun masih menganggap dirinya itu penuh ‘aib. Ibnu Mas’ud pernah berkata, “Jika kalian mengetahui ‘aibku, tentu tidak ada dua orang dari kalian yang akan mengikutiku”.

Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/11505-biar-tidak-merasa-di-atas-ketika-dipuji.html

Semoga Allah memberi kita hidayah.
———⁠
Download Poster Nasihat, klik link:⁠
bit.ly/posternasihat⁠

Download Wallpaper dakwah, klik link:⁠
bit.ly/wallpapernasihat⁠

Raih pahal jariyyah, klik link dibawah ini.⁠
bit.ly/donasiradiomuslim⁠

atau melalui Rekening BNI Syariah (kode 427) No. Rekening 77.55.33.11.93 a.n Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari⁠

Leave a Reply

*