Berat Rasanya Taat

Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah lupa walaupun kita sudah lupa akan maksiat-maksiat kita.

Allah mampu memberikan balasan maksiat kita setelah 20 tahun yang akan datang bila kita tidak benar-benar bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian sanksi yang paling berat bagi pelaku maksiat adalah sanksi yang tidak terasa dan tidak terlihat oleh matanya. Apa itu saudaraku?

Yaitu dijadikan hatinya berat untuk menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala, dijadikan lisannya kelu untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga kemudian ketika ia berjalan menuju shalat hatinya terasa berat.

Ketika ia mau tahajud, ia pun berat. Ketika ia mau berdzikir kepada Allah, lisannya berat, lisannya kelu, dia lebih senang bernyanyi, dia lebih senang bersyair, dia lebih senang dengan hal-hal yang tidak ada padanya dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan perkara yang sia-sia.

Ini adalah akibat daripada perbuatan maksiatnya tersebut. Allah jadikan hatinya berat kepada ketaatan.

Cukuplah sanksi yang berat bagi orang yang melakukan perbuatan maksiat, hatinya telah kelam, sehingga untuk menuntut ilmu dan duduk di majelis taklim pun sangat berat sekali. Sehingga pada waktu itu ia menjadi orang yang paling zuhud terhadap ilmu dan amal.

Subhanallah.. Betapa mengerikannya maksiat itu di dunia dan di akhirat.

🖋️Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc.
🌐https://www.radiorodja.com/49359-khutbah-jumat-tentang…/
—–⁠
Dengarkan radio muslim di www.radiomuslim.com

Leave a Reply

*