Belum Tibakah Waktunya

“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka)?”[QS. al-Hadid: 16]⁠

Sungguh kita ini makhluk yang amat zalim terhadap Allah yang Maha Adil. Coba renungkan sikap kita selama ini terhadap Allah rabbul’alamin, lalu bandingkan kelembutan welas asih-Nya terhadap kita. Di setiap hembusan nafas, di setiap denyutan nadi, kita tenggelam dalam nikmat demi nikmat pemberian-Nya. Lantas kita membalasnya dengan dosa dan maksiat. Semestinya kita malu. Namun jika sedikit saja rasa malu itu masih mendekam di hati, semestinya itu sudah cukup membuat kita bungkuk sujud dalam tangisan taubat di hadapan-Nya. Namun apa? Allah terus berinfaq, kita terus bertingkah laku fussaq.⁠

Hubungan kita dengan Allah sungguh amatlah timpang. Ibnu al-Qayyim rahimahullah mendeskripsikan hubungan tersebut dalam ungkapannya,⁠

Dia (Allah) memanggil hamba menuju pintu-Nya. Si hamba tak kunjung berdiri di hadapan pintu tersebut apalagi mengetuknya. Lantas Dia membuka pintu itu untuknya, si hamba tak juga condong apalagi memasukinya. Dia pun mengutus Rasul yang menuntunnya menuju negeri kemuliaan-Nya, si hamba justru mendurhakai sang Rasul. [Madarij as-Salikin: 1/215]⁠

Ibnu al-Qayyim rahimahullah lanjut memaparkan,⁠

Si hamba tetap saja mengundang murka Allah dengan kemaksiatannya. Hingga ia berpaling dari-Nya, menutup pintu tepat di hadapan-Nya. Kendati demikian, Dia tidak memutus hamba tersebut dari rahmat-Nya. Bahkan Dia berfirman, “….Jika engkau mendekat pada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat padamu sehasta. Sekalipun (tumpukan) dosamu sampai menjulang ke langit, Aku tetap akan memaafkanmu jika engkau bertaubat pada-Ku.” [Madarij as-Salikin: 1/216]⁠

Read more https://yufidia.com/4108-dia-senantiasa-menunggumu-kembali.html

Leave a Reply

*