Seringkali kita melakukan segala upaya dan daya untuk menggapai kenikmatan dunia. Kenikmatan dunia berupa harta, pangkat, prestasi, dan jabatan merupakan kebahagiaan yang hakiki di dunia sehingga kita lupa bahwa kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya setelah kematian. Hamid al-Qaishari berkata,⁠

“Setiap kita yakin dengan adanya kematian, namun kita tidak melakukan persiapan untuk menghadapinya. Setiap kita yakin dengan adanya surga, namun kita tidak melakukan amal kebaikan untuk mendapatkannya. Setiap kita yakin dengan adanya neraka, namun kita tidak merasa takut terhadapnya. Lantas, apa yang membuat kalian merasa gembira? Apa yang kalian tunggu dan harapkan dari dunia? Kematian, ia akan datang kepada kalian dengan membawa berita dari Allah; kebaikan ataupun keburukan. Wahai saudaraku, persiapkanlah perjalanan menghadap Allah dengan sebaik-baiknya.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 384)⁠

Ingatlah akan kematian! Allah Ta’ala berfirman dalam surat Ali-‘Imran ayat 185:⁠

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”⁠

Persiapkan kematian! Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:⁠

“Orang mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Mereka adalah orang-orang yang berakal.” (HR. Ibnu Majah no. 3454, dihasankan al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah)⁠

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/10155-apakah-mati-untuk-dilupakan.html

Leave a Reply

*