Judul Kajian
Siaran Langsung Interaktif Bedah Buletin At Tauhid (terbit di Yogyakarta tiap Jum’at)
Tema
Masuk Surga Tanpa Hisab dan Tanpa Adzab
(Buletin At-Tauhid klik webnya di sini)
Waktu dan Tempat
Insya Alloh setiap hari Juma’at pukul 20.00-21.30 WIB
di Studio Radio Muslim
Pemateri
Ustadz Ari Wahyudi hafidzahullohu Ta’ala
Pada kajian bedah buletin kali ini ustadz menjelaskan hakikat dari orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Hal yang paling penting dan utama, seseorang haruslah memiliki tauhid yang lurus hingga menjadi Ahlut Tauhid. Namun tidaklah mudah bagi seorang muslim agar terus memurnikan tauhid ini di tengah-tengah kehidupan pada zaman sekarang. Perhatikanlah pembahasan,yang disampaikan ustadz secara terperinci, semoga bermanfaat.
Silahkan download kajian pada tautan di bawah ini. Jazaakumullahu khairan.
Judul Kajian
Siaran Langsung Interaktif Bedah Buletin At Tauhid (terbit di Yogyakarta tiap Jum’at)
Tema
Jimat, Benda Perusak Aqidah (Peringatan Atas Bahaya Penggunaan Jimat)
Waktu dan Tempat
Jum’at, 3 April 2009 M / 7 Rabi’ul akhir 1430 H, pukul 20.00 WIB – 21.30
di Studio Radio Muslim
Pemateri
Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi Hafidzahullahu
Sungguh sangat prihatin jika kita memperhatikan kondisi kaum muslimin saat ini. Berbagai macam yang berbau kesyirikan seperti jimat ini, laris manis di tengah-tengah umat. Apalagi yang mengobarkan bendera syirik (salah satunya jimat) adalah para dukun bahkan yang sudah identik dengan gelaran “Kyai“. Apakah ini dibenarkan menurut syari’at ??? bagaimanakah timbangan hukumnya menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, ikuti pembahasan selengkapnya.
Judul Kajian
Siaran Langsung Interaktif Bedah Buletin At Tauhid (terbit di Yogyakarta tiap Jum’at)
Tema
Tauhid Dulu Ataukah Khilafah? (Arikel klik di Sini)
Tingkat
Pemula
Waktu dan Tempat
Jum’at, 17 April 2009 M / 21 Rabi’ul akhir 1430 H, pukul 20.00 WIB – 21.30
di Studio Radio Muslim
Pemateri
Al-Ustadz Ammi Nur Baits Hafidzahullahu Ta’ala
Khilafah adalah cita-cita yang didambakan oleh seluruh kaum muslimin, lebih-lebih bagi mereka yang menjadi aktivis dakwah. Khilafah merupakan hadiah yang Allah persembahkan bagi umat ini setelah mereka berusaha untuk meniti kebenaran. Karenanya, kami ingatkan tulisan ini hanyalah sekelumit usaha untuk mewujudkan cita-cita munculnya khilafah. Tulisan ini bukanlah upaya untuk memecah belah persatuan kaum muslimin. Tulisan ini hanyalah sebatas nasehat antar sesama muslim yang mencita-citakan kesatuan dan persatuan kaum muslimin di atas kebenaran.
Di dalam bahasa Arab dukun biasa disebut dengan istilah kahin (tunggal) atau kuhan (jamak). Syaikh al-Fauzan menerangkan bahwa perdukunan merupakan pengakuan mengetahui perkara gaib seperti halnya memberitakan akan terjadinya sesuatu di muka bumi dengan bersandar kepada sebab tertentu yaitu dengan mencuri berita dari langit; ketika itu jin mencuri kabar dari ucapan malaikat lalu dia bisikkan ke telinga para dukun, kemudian dia menambahkan padanya seratus kebohongan, sehingga orang-orang pun menilai benar apa yang diucapkannya (al-Isryad, hal. 115-116). Adapun paranormal biasa disebut dengan istilah ‘arraf. al-Khaththabi dan sebagian ulama lain mengatakan bahwa ‘arraf adalah orang yang mengaku mengetahui ilmu di mana letak barang curian atau barang yang hilang dan semacamnya (Syarh Nawawi, 7/335-336). Sedangkan sebagian ulama lain menyatakan bahwa istilah ‘arraf sudah mencakup kahin/dukun dan para tukang ramal/paranormal (al-Qaul al-Mufid, 1/545)
Judul Kajian
Siaran Langsung Interaktif Bedah Buletin At Tauhid (terbit di Yogyakarta tiap Jum’at)
Tema
Tauhid Dulu Ataukah Khilafah? (Arikel klik di Sini)
Tingkat
Pemula
Waktu dan Tempat
Jum’at, 17 April 2009 M / 21 Rabi’ul akhir 1430 H, pukul 20.00 WIB – 21.30
di Studio Radio Muslim
Pemateri
Al-Ustadz Ammi Nur Baits Hafidzahullahu Ta’ala
Khilafah adalah cita-cita yang didambakan oleh seluruh kaum muslimin, lebih-lebih bagi mereka yang menjadi aktivis dakwah. Khilafah merupakan hadiah yang Allah persembahkan bagi umat ini setelah mereka berusaha untuk meniti kebenaran. Karenanya, kami ingatkan tulisan ini hanyalah sekelumit usaha untuk mewujudkan cita-cita munculnya khilafah. Tulisan ini bukanlah upaya untuk memecah belah persatuan kaum muslimin. Tulisan ini hanyalah sebatas nasehat antar sesama muslim yang mencita-citakan kesatuan dan persatuan kaum muslimin di atas kebenaran.
Insya Allah kajian ini akan disiarkan melalui radio muslim via internet di alamat website http://radiomuslim.com/ atau alamat streaming di http://live.radiomuslim.com/listen.pls dengan menggunakan winamp atau media player lainnya. Silahkan beritahukan kepada sahabat muslim lainnya semoga bermanfaat.
Pemateri
Ustadz Firanda Andirja, Lc. hafizhahullah (Mahasiswa S2 Universitas Islam Madinah)
Alhamdulillah, kali ini pembahasan terakhir kajian tentang tauhid mengenai dukun dan paranormal. Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita doa yang kita baca di dalam Tahiyyat akhir dan sebelum salam yaitu disunnahkan untuk meminta perlindungan dari fitnah dajjal, karena besarnya fitnah dajjal laknatullah ‘alaih, dapat membuat manusia mempercayai hal-hal yang berkaitan dengan nasib masa depan kepada dajjal-dajjal kecil yang telah muncul diantaranya tukang dukun dan paranormal.
Maka berhati-hatilah Wahai Saudaraku, ini adalah perkara besar yang sangat berbahaya. Sebagaimana Sabda Nabi dalam riwayat Muslim yang artinya: “Barangsiapa yang datang kepada dukun atau paranormal yang mengaku-ngaku mengetahui akan hal ini dan hal itu kemudian membenarkan apa yang dikatakan para tukang dukun dan paranormal tersebut maka orang ini telah kafir terhadap apa yang telah di turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yaitu Al Qur’an”. Semoga kita di jauhkan oleh Allah ta’ala dari perkara tersebut. Wallahul Musta’an.
Silahkan lebih lengkapnya download pada tautan di bawah ini, artikel berkaitan dengan masalah ini dapat anda peroleh di buletin.muslim.or.id
Judul Kajian
Siaran Langsung Interaktif Bedah Buletin At Tauhid (terbit di Yogyakarta tiap Jum’at)
Tema
Jimat, Benda Perusak Aqidah (Peringatan Atas Bahaya Penggunaan Jimat)
Tingkat
Pemula
Waktu dan Tempat
Jum’at, 3 April 2009 M / 7 Rabi’ul akhir 1430 H, pukul 20.00 WIB – 21.30
di Studio Radio Muslim
Pemateri
Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi Hafidzahullahu
Sungguh sangat prihatin jika kita memperhatikan kondisi kaum muslimin saat ini. Berbagai macam yang berbau kesyirikan seperti jimat ini, laris manis di tengah-tengah umat. Apalagi yang mengobarkan bendera syirik (salah satunya jimat) adalah para dukun bahkan yang sudah identik dengan gelaran “Kyai“. Apakah ini dibenarkan menurut syari’at ??? bagaimanakah timbangan hukumnya menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, ikuti pembahasan selengkapnya.
Insya Allah kajian ini akan disiarkan melalui radio muslim via internet di alamat website http://radiomuslim.com/ atau alamat streaming di http://live.radiomuslim.com/listen.pls dengan menggunakan winamp atau media player lainnya. Silahkan beritahukan kepada sahabat muslim lainnya semoga bermanfaat.
Pemateri
Ustadz Firanda Andirja, Lc. hafizhahullah (Mahasiswa S2 Universitas Islam Madinah)
Telah dibahas pada kajian yang “Mari Mengenal Tauhid Yang Lurus” lalu bahwa kaum musyrikin di masa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mereka pun menyembah Allah dan mengakui bahwa Allah-lah Rabb Yang Mencipta dan Mengatur Alam Semesta. Maka sekarang yang menjadi pertanyaan adalah mengapa mereka tetap dicap musyrik dan diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya?
Ternyata penyebabnya adalah selain mereka beribadah Allah Ta’ala, mereka pun beribadah kepada selain Allah dengan tujuan agar dapat mengantarkan mereka untuk dekat kepada Allah. Mereka berkata:
Radio Muslim
adalah saluran radio kajian Islami dan murottal yang mengudara dari bumi Yogyakarta. Jelajahi dan nikmati manisnya samudera ilmu syar'i melalui kajian-kajian Islam ilmiah yang disiarkan secara langsung melalui radio streaming atau mendengarkan rekamannya yang juga dapat didownload dengan gratis di sini.
Sahabat Radio Muslim, yuk jawab quiz berhadiah? Mau? Waktunya cuma 2 pekan loh!!
Pertanyaan Kitab Muyassar:
1. Tidak setiap susunan dan rangkain kata disebut kalam (jumlah mufiidah). Akan tetapi susunan dan rangkaian kata tersebut harus memenuhi 4 syarat, sebutkanlah 4 syarat dari kalam tersebut? Jelaskan masing-masing syarat terebut ! dan berikan satu contoh kalam!
2. Sebutkan 4 tanda isim dan berilah satu contoh dari tiap-tiap tanda!?
3. Sebutkan 4 tanda fi’il dan berilah contoh dari tiap-tiap tanda?!