Judul Kajian
Siaran Langsung Interaktif Bedah Buletin At Tauhid (terbit di Yogyakarta tiap Jum’at)
Tema
Tujuan Utama Dakwah Setan
(Buletin At-Tauhid klik webnya di sini)
Waktu dan Tempat
Insya Alloh setiap hari Juma’at pukul 20.00-21.30 WIB
di Studio Radio Muslim
Pemateri
Ustadz Ari Wahyudi hafidzahullohu Ta’ala
Di antara bentuk dosa yang dilalaikan dan dipandang remeh oleh kaum muslimin adalah dosa kesyirikan. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini Ustadz telah menjelaskan sedikit tentang bahaya syirik. Semoga dengan pembahasan ini dapat mengubah pandangan kita selama ini tentang bahaya kesyirikan yang mungkin belum kita ketahui.
Silahkan download kajian pada tautan di bawah ini, Jazaakumullahu khairan
Judul Kajian
Siaran Langsung Interaktif Bedah Buletin At Tauhid (terbit di Yogyakarta tiap Jum’at)
Tema
Orang Yang Beruntung (artikel buletin bisa dilihat dibuletin At-tauhid)
Waktu dan Tempat
Insyaa Allah Jum’at, 22 Januari 2010/ 7 Safar 1431 H pukul 20.00-21.30 WIB
di Studio Radio Muslim
Pemateri
Para Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal hafidzahumullahu Ta’ala
Ya, kesyirikan merupakan kejahatan yang paling besar kepada Allah. Hal ini disebabkan kesyirikan telah mengambil hak asasi Allah dan justru memberikannya kepada selain Allah. Hak Allah sendiri adalah hak untuk mendapatkan peribadahan dan tidak boleh diberikan kepada selain-Nya. Hal tersebut selaras dengan firman Allah Ta’ala yang artinya, ”Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah ( hanya ) kepada-Ku.” (Q.S Adz Dzariyat: 56) dan dalam firman-Nya yang lain yang artinya, ”Hanya kepadaMu lah kami beribadah dan hanya kepadaMu lah kami minta pertolongan.” (Q.S Al Fatihah: 5)
Untuk Pertanyaan Add ID: kajian_jogja, Silahkan simak kajiannya melalui streaming Radio Muslim alamat http://live.radiomuslim.com/listen.pls
Judul Kajian
Siaran Langsung Interaktif Bedah Buletin At Tauhid (terbit di Yogyakarta tiap Jum’at)
Tema
Jimat, Benda Perusak Aqidah (Peringatan Atas Bahaya Penggunaan Jimat)
Waktu dan Tempat
Jum’at, 3 April 2009 M / 7 Rabi’ul akhir 1430 H, pukul 20.00 WIB – 21.30
di Studio Radio Muslim
Pemateri
Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi Hafidzahullahu
Sungguh sangat prihatin jika kita memperhatikan kondisi kaum muslimin saat ini. Berbagai macam yang berbau kesyirikan seperti jimat ini, laris manis di tengah-tengah umat. Apalagi yang mengobarkan bendera syirik (salah satunya jimat) adalah para dukun bahkan yang sudah identik dengan gelaran “Kyai“. Apakah ini dibenarkan menurut syari’at ??? bagaimanakah timbangan hukumnya menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, ikuti pembahasan selengkapnya.
Di dalam bahasa Arab dukun biasa disebut dengan istilah kahin (tunggal) atau kuhan (jamak). Syaikh al-Fauzan menerangkan bahwa perdukunan merupakan pengakuan mengetahui perkara gaib seperti halnya memberitakan akan terjadinya sesuatu di muka bumi dengan bersandar kepada sebab tertentu yaitu dengan mencuri berita dari langit; ketika itu jin mencuri kabar dari ucapan malaikat lalu dia bisikkan ke telinga para dukun, kemudian dia menambahkan padanya seratus kebohongan, sehingga orang-orang pun menilai benar apa yang diucapkannya (al-Isryad, hal. 115-116). Adapun paranormal biasa disebut dengan istilah ‘arraf. al-Khaththabi dan sebagian ulama lain mengatakan bahwa ‘arraf adalah orang yang mengaku mengetahui ilmu di mana letak barang curian atau barang yang hilang dan semacamnya (Syarh Nawawi, 7/335-336). Sedangkan sebagian ulama lain menyatakan bahwa istilah ‘arraf sudah mencakup kahin/dukun dan para tukang ramal/paranormal (al-Qaul al-Mufid, 1/545)
Pemateri
Ustadz Firanda Andirja, Lc. hafizhahullah (Mahasiswa S2 Universitas Islam Madinah)
Alhamdulillah, kali ini pembahasan terakhir kajian tentang tauhid mengenai dukun dan paranormal. Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita doa yang kita baca di dalam Tahiyyat akhir dan sebelum salam yaitu disunnahkan untuk meminta perlindungan dari fitnah dajjal, karena besarnya fitnah dajjal laknatullah ‘alaih, dapat membuat manusia mempercayai hal-hal yang berkaitan dengan nasib masa depan kepada dajjal-dajjal kecil yang telah muncul diantaranya tukang dukun dan paranormal.
Maka berhati-hatilah Wahai Saudaraku, ini adalah perkara besar yang sangat berbahaya. Sebagaimana Sabda Nabi dalam riwayat Muslim yang artinya: “Barangsiapa yang datang kepada dukun atau paranormal yang mengaku-ngaku mengetahui akan hal ini dan hal itu kemudian membenarkan apa yang dikatakan para tukang dukun dan paranormal tersebut maka orang ini telah kafir terhadap apa yang telah di turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yaitu Al Qur’an”. Semoga kita di jauhkan oleh Allah ta’ala dari perkara tersebut. Wallahul Musta’an.
Silahkan lebih lengkapnya download pada tautan di bawah ini, artikel berkaitan dengan masalah ini dapat anda peroleh di buletin.muslim.or.id
Judul Kajian
Siaran Langsung Interaktif Bedah Buletin At Tauhid (terbit di Yogyakarta tiap Jum’at)
Tema
Jimat, Benda Perusak Aqidah (Peringatan Atas Bahaya Penggunaan Jimat)
Tingkat
Pemula
Waktu dan Tempat
Jum’at, 3 April 2009 M / 7 Rabi’ul akhir 1430 H, pukul 20.00 WIB – 21.30
di Studio Radio Muslim
Pemateri
Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi Hafidzahullahu
Sungguh sangat prihatin jika kita memperhatikan kondisi kaum muslimin saat ini. Berbagai macam yang berbau kesyirikan seperti jimat ini, laris manis di tengah-tengah umat. Apalagi yang mengobarkan bendera syirik (salah satunya jimat) adalah para dukun bahkan yang sudah identik dengan gelaran “Kyai“. Apakah ini dibenarkan menurut syari’at ??? bagaimanakah timbangan hukumnya menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, ikuti pembahasan selengkapnya.
Insya Allah kajian ini akan disiarkan melalui radio muslim via internet di alamat website http://radiomuslim.com/ atau alamat streaming di http://live.radiomuslim.com/listen.pls dengan menggunakan winamp atau media player lainnya. Silahkan beritahukan kepada sahabat muslim lainnya semoga bermanfaat.
Pemateri
Ustadz Firanda Andirja, Lc. hafizhahullah (Mahasiswa S2 Universitas Islam Madinah)
Telah dibahas pada kajian yang “Mari Mengenal Tauhid Yang Lurus” lalu bahwa kaum musyrikin di masa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mereka pun menyembah Allah dan mengakui bahwa Allah-lah Rabb Yang Mencipta dan Mengatur Alam Semesta. Maka sekarang yang menjadi pertanyaan adalah mengapa mereka tetap dicap musyrik dan diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya?
Ternyata penyebabnya adalah selain mereka beribadah Allah Ta’ala, mereka pun beribadah kepada selain Allah dengan tujuan agar dapat mengantarkan mereka untuk dekat kepada Allah. Mereka berkata:
Di dalam bahasa Arab dukun biasa disebut dengan istilah kahin (tunggal) atau kuhan (jamak). Syaikh al-Fauzan menerangkan bahwa perdukunan merupakan pengakuan mengetahui perkara gaib seperti halnya memberitakan akan terjadinya sesuatu di muka bumi dengan bersandar kepada sebab tertentu yaitu dengan mencuri berita dari langit; ketika itu jin mencuri kabar dari ucapan malaikat lalu dia bisikkan ke telinga para dukun, kemudian dia menambahkan padanya seratus kebohongan, sehingga orang-orang pun menilai benar apa yang diucapkannya (al-Isryad, hal. 115-116). Adapun paranormal biasa disebut dengan istilah ‘arraf. al-Khaththabi dan sebagian ulama lain mengatakan bahwa ‘arraf adalah orang yang mengaku mengetahui ilmu di mana letak barang curian atau barang yang hilang dan semacamnya (Syarh Nawawi, 7/335-336). Sedangkan sebagian ulama lain menyatakan bahwa istilah ‘arraf sudah mencakup kahin/dukun dan para tukang ramal/paranormal (al-Qaul al-Mufid, 1/545)
Insya Allah kajian ini akan disiarkan melalui radio muslim via internet di alamat website http://radiomuslim.com/ atau alamat streaming di http://live.radiomuslim.com/listen.pls dengan menggunakan winamp atau media player lainnya. Silahkan beritahukan kepada sahabat muslim lainnya semoga bermanfaat.
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam keluar menemui kami ketika kami sedang membicarakan tentang Al-Masih Ad-Dajjal, maka beliau shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang lebih aku khawatirkan pada diri kalian daripada Al-Masih Ad-Dajjal?
Kami menjawab, “Iya, ya Rasulullah”.
Beliau bersabda, “Syirik yang tersembunyi, yaitu seorang laki-laki berdiri melaksanakan sholat, lalu dia memperbagus sholatnya karena ingin dilihat oleh seseorang”. (hadits riwayat Ibnu Majah, dihasankan Al Albani dalam takhrij misykat)
Informasi
0812 2753 9838 (putra)
0857 4355 8784 (putri)
Penyelenggara
• Ma’had ‘Umar ibn Al Khoththob
• Forum Kajian Islam Mahasiswa