Mari Mengenal Tauhid Yang Lurus (5)
Judul Kajian
Mari Mengenal Tauhid yang Lurus
Tingkat
Pemula
Pemateri
Ustadz Firanda Andirja, Lc. hafizhahullah (Mahasiswa S2 Universitas Islam Madinah)
Alhamdulillah, kali ini pembahasan terakhir kajian tentang tauhid mengenai dukun dan paranormal. Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita doa yang kita baca di dalam Tahiyyat akhir dan sebelum salam yaitu disunnahkan untuk meminta perlindungan dari fitnah dajjal, karena besarnya fitnah dajjal laknatullah ‘alaih, dapat membuat manusia mempercayai hal-hal yang berkaitan dengan nasib masa depan kepada dajjal-dajjal kecil yang telah muncul diantaranya tukang dukun dan paranormal.
Maka berhati-hatilah Wahai Saudaraku, ini adalah perkara besar yang sangat berbahaya. Sebagaimana Sabda Nabi dalam riwayat Muslim yang artinya: “Barangsiapa yang datang kepada dukun atau paranormal yang mengaku-ngaku mengetahui akan hal ini dan hal itu kemudian membenarkan apa yang dikatakan para tukang dukun dan paranormal tersebut maka orang ini telah kafir terhadap apa yang telah di turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yaitu Al Qur’an”. Semoga kita di jauhkan oleh Allah ta’ala dari perkara tersebut. Wallahul Musta’an.
Silahkan lebih lengkapnya download pada tautan di bawah ini, artikel berkaitan dengan masalah ini dapat anda peroleh di buletin.muslim.or.id
1 Komentar to “Mari Mengenal Tauhid Yang Lurus (5)”
Ingin berkomentar?
Radio Muslim adalah saluran radio kajian Islami dan murottal yang mengudara dari bumi Yogyakarta. Jelajahi dan nikmati manisnya samudera ilmu syar'i melalui kajian-kajian Islam ilmiah yang disiarkan secara langsung melalui radio streaming atau mendengarkan rekamannya yang juga dapat didownload dengan gratis di sini.
Sponsor
NARASUMBER
- Ustadz Abu Salman
- Ustadz Afifi
- Ustadz Ahmad MZ
- Ustadz Firanda Andirja
- Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
- Ustadz Muhammad Arifin Badri
- Ustadz Muhammad Nur Ihsan











Subhanallah … banyak sekali para dukun terselubung yang bergentayangan di sekitar kita .