BADAR (Bahasa Arab Dasar) Liburan Semester 2010
“Pelajarilah Bahasa Arab, karena itu adalah bagian penting dari agama kalian” (Umar Bin Khattab)
Dibuka Kelas Putra & Putri
Untuk Putra
- Kelas Pemula, kitab panduan Muyassar
- Kelas Menengah, kitab panduan Mukhtarot
- Kelas Lanjutan, kitab panduan Mulakhos
Untuk Putri
- Kelas Pemula, kitab panduan Muyassar
- Kelas Percakapan Dasar, kitab panduan Durusu Lughoh
Pemateri : Staf Pengajar Ma’had Umar Bin Khattab
Pendaftaran :
01-14 Januari 2010
Tempat Pendaftaran :
Untuk Putra
- Toko Ihya’, Karang Bendo CT III/2 Jl. Selokan Mataram (Utara Fak. Pertanian UGM)
- Wisma MTI, Pogung Kidul, Sleman (Utara Fak. Teknik UGM)
Untuk Putri
- Toko Griya Muslimah, Karang Bendo CT III Jl. Selokan Mataram (Utara Fak. Pertanian UGM)
- Wisma Hilyah, Jl. Mangga 2 Blok C 09 Pogung Rejo RT 16/51 Sinduadi, Mlati, Sleman
Via SMS*
Ketik : Daftar[spasi]Nama[spasi]kelas yang diinginkan
Kirim ke Informasi
Biaya Pendidikan :
Semua kelas : Rp. 60 ribu per 30 kali pertemuan (tanpa kitab)**
Tes Penematan Kelas & Pengumuman Hasil :
Hari, Tanggal : Sabtu, 16 Januari 2010
Pukul : 15.45 WIB
Sifat : Wajib bagi yang ingin masuk kelas Menengah dan Lanjutan (kecuali kelas Akhwat)
Hasil seleksi akan diumumkan via SMS paada tanggal 17 Januari 2010
Briefing/Temu Persiapan :
Hari, Tanggal : Ahad, 17 Januari 2010
Pukul : 15.45 WIB
Tempat : Masjid Al Ashri
Sifat : Wajib
Jadwal Belajar :
Waktu : 20 Januari – 3 Februari 2010 (2 sesi per hari)
Tempat :
Ikhwan : Masjid-masjid sekitar UGM
Akhwat : Wisma Hilya, Zahiroh dan Roudhotul Ilmi
Jam belajar ditentukan saat briefing
*Bagi yang mendaftar via sms, wajib daftar ulang pada tanggal 15 Januari 2010 di wisma MTI
**Kitab dapat dipesan kepada panitia (CP Informasi)
Informasi :
Putra/Ikhwan : 08567894678
Putri/Akhwat : 085743558784
Penyelenggara :
Ma’had Umar Bin Khattab
Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA)
Sekretariat : Wisma Misfallah Thalabul Ilmi (MTI)
11 Komentar to “BADAR (Bahasa Arab Dasar) Liburan Semester 2010”
Ingin berkomentar?
NARASUMBER
- Ustadz Abu Salman
- Ustadz Afifi
- Ustadz Ahmad MZ
- Ustadz Firanda Andirja
- Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
- Ustadz Muhammad Arifin Badri
- Ustadz Muhammad Nur Ihsan












semoga daurah musim liburnya akhir hingga berjalan lancar, ada kesan bg semua sesuai target..Allahumma AMIN.
Bagi saya ingin menawarkan kalau kelompok badar setuju, pemekaian metode nahwu dan syaraf harus diletakkan dlm jalur reformasi. Kita telah mulai menyusun beberapa literatur, tagetnya orang dgnya sdh mampu baca dan mendengar bahasa arab.
buku2 seperti alfiah dan Ajrumiyah dan Imrithy dan buku dhiya al saalik sbg maraji dan perpustakaan.
Hal ini harus jai bahan pertimbangan sebagai Syeikh Sibawayhi membuat karyanya yg populer al Kitab. wassalam
kitab Muyassr, Mokhtarot dan mulakhos termasuk kitab klasik dan kotemporer tapi segi alur cerita adalah masih lagu lama, lebih pemaksaan irab daripada identifikasi posisi kalimat secara shraf atau nahwu, sekedar saran, demikian.wass
buku nahwu dan sharaf hampir setiap saat muncul dan menambah khazanah bahasa namun segi metode belum dan tak pernah mengalami perubahan. Orang berkesimpulan stadi nahwu membahas hal marfuat, manshubat dan majrurat. dan kemudian istilah yg nyelimet tentang amil dan makmul dan seolah tak ada jalan lain kecuali mengikut metoda klasik, mestilah cara dan buku-buku yg dulu saja. Hasil metoda sdh tak memuaskan yang bisa dan hebat para guru, pak kyai , ustaz-uztazah, dosen yg sdh bergelimang dg Nahwu. Tolong jadi bahan pertimbangan, Sekian
Pak didiek saya mencermati uraian pak ustad saya akan tetap mengajukan usul agar sistem dan metoda itu agar segera difikir ulang sebab audiens pak ustad macam-macam tingkat dari sama sekali awam ada lagi tak begitu,dan kalau ada buku nahwu yg belum apa2 sdh langsung irab dan bina maka ujung2nya adalah kegagalan. Tdk dosa keluar dari sistem sibawayhi, dan pasti tak berdosa tidak sama dg al quran…. pasti pak Didiek
@ Abu Ziad, terima kasih atas masukan dan sarannya, oleh karena itu kami berusaha memberikan metode lain ketika mengajarkan bahasa arab ilmu nahwu di Radio Muslim ini, yang bertujuan untuk memahami Al Quran dan As Sunnah atau mudahnya supaya bisa baca kitab para ulama’. Insyaa Allah di website akan kami adakan kuis dan soal pertanyaan supaya dapat melihat tinggat kefahaman bagi pendengar lainnya.
@Abu Ziad
“Bagi saya ingin menawarkan kalau kelompok badar setuju, pemekaian metode nahwu dan syaraf harus diletakkan dlm jalur reformasi. Kita telah mulai menyusun beberapa literatur, tagetnya orang dgnya sdh mampu baca dan mendengar bahasa arab”
Maaf pak, jalur reformasi yang bapak maksud bagaimana ?? tolong dijelaskan, supaya kami (pendengar radio muslim) dapat mengetahuinya sehingga dapat memetik faedah darinya
Kemudian, berita yang saya dengar dan sebatas pengetahuan saya, metode yang diterapkan oleh Mahad Umar bin Khatttab dalam belajar bahasa arab (misalnya dengan program BADAR) sudah terbukti, banyak diantara para mahasiswa UGM ataupun di luar UGM yang awalnya tidak faham bahasa arab sama sekali (karena sekolah SMA-nya bukan dari Aliyah) kemudian mengenal bahasa arab dan bisa membaca kitab para ulama’ (kitab gundul), demikian juga yang bukan mahasiswa bisa baca kitab, artinya secara umum bisa dikatakan berhasil, namun demikian tentunya pasti ada pelajar yang kurang faham dibanding dg yg lainnya. Dan hal ini bisa dilihat dari beberapa faktor yang salah satunya kurang sabar dan kesungguhan pelajar tersebut atau memang pengajarnya kurang bisa memahamkan pelajar.
Tujuan Mahad Umar bin Khattab sebatas berita yang saya dengar, menitik beratkan pada pelajaran nahwu dan sharaf dengan tujuan supaya kita dapat membaca kitab para ulama (kitab gundul) dan teman-teman yang ada di Yogyakarta khususnya yang kuliah di UGM bisa membaca kitab para ulama’ dengan metode demikian (yang diterapkan Mahad Umar.
Semoga Alloh memberi kemudahan bagi kita semua untuk memahami bahasa arab terutama ilmu nahwau dan sharaf, karena dengan keduanya kita bisa membaca kitab para ulama dan mengambil faedah darinya.
Wallahua’lam
minimal jalur reformasinya tidak ikut saja metoda masa lampau, konkritnya hampir semua buku nahwu selalu habis bab kalam dan kalimat muncul bab irab dan di itu sampai habis. orang tidak mempertimbangkan dimana di letakkan peran ilmu sharaf dan umumnya orang blm masuk pada suku kata tiap2 kalimat arabia. Setelah keluar dari sharaf dan sebelum masuk ke seni marfuat, manshubat dan majrurat orang harus faham rangkaian tiap kalimat jumlah ismiyah dan jumlah filiyah, faham betul posisi masing masing kalimatnya baik jalur isim atau jalur fiil.
Kesimpulan ketode lokal dan impor adalah metode kontradisi, terbalik, dg pertanyaan “Apa saja isim-isim yang marfuat atau mansubat atau najrurat ? atau apa saja fiil yang marfuat, mansubat atau majzumat ?.Dan kalau kita ikut dg sistem al rawi, mulai dari sharaf plus cara rangkaian persuku kata maka pertanyaan adalah: umpamanya setelah terbentuk jadi kalimat ” isim ini dalam posisi apa ??? kalau jawabannya dlm posisi mubtada dan khobar, fail dan naib fail misalnya tentu dlm hukum marfuat Atau pd posisi sbg mafulum bihi atau mafail lain tentulah dlm hukum mansubat.Karena belajar dri shraf sampai habis, pertanyaan ” Mubtada atau fail hukumnya apa ? Maf ul hukumnya apa ?. Jangan dibalik ” apa saja isim yg marfuat atau mansubat ? Padahal pemula itu pasti belum faham fungsi masing2 suku kata dalam suatu kalimat.Pak… rasa sangat ikhlas demi Allah saya ajak Pak Ustad merobah metoda lama, pasti tidak kualat sama sibawaiyhi atau shonhaji atau imrity. pasti tak dosa kalau masuk cara baru yg logik, ringan dan sederhana.
Kalau ada yg ragu2 saya siap mendampingi Pak 24 jam > Wallu alam
Pak….berikut ini sebagian buku qawaid dg sistem al Rawy:
الكتاب الأول
سلسلة القواعد اللغة العربية
الطـوالــب
فى
مفـــــــردات اللفــــــة
تأليف : أبو زياد الراوي
الكتاب الثاني
سلسلة القواعد اللغة العربية .
مفردات اللغة
عن
الأسماء و الأفعال و الحروف..
تأليف، أبو زياد الراوى
الكتاب الثالث .
سلسلة القواعد اللغة العربية .
الطـوالــب
فى
الجملة والتركيب
تأليف : أبو زياد الراوي
الْكِتَابُ الرَّابِعُ
سلسلة القواعد اللغة العربية .
الطَّوَالِبُ
فِى
إِعْرَابِ
اْلأَسْمَاءِ وَ اْلأَفْعَالِ وَ اْلحُرُوْفِ.
تأليف، أبو زياد الراوى
Semoga kita dapat membuat sesuatu utk generasi ini dan generasi sesudah kita, amin,,,,
Membaca kitab para ulama atau paling tidak quran dan hadis tidak mungkin pakai keterangan nahwu, dari bab kalam sampai al Tawabi para pelajar tdk diberi info sharaf dan waktu belajar nahwu tok dg sistem ini cukup lama dan tak pernah ada batas waktu.Penulis berkata awalnya sukar dan akhirnya akan mudah> Pak…apa maksudnya itu kita tak tahu suku kata arabianya dari awal sampai akhir bagaimana tahu sdh dibawa mwngurus suku kata akhirnya. tolong Pak … ini ilmu tidak sekedar coba-coba. wallahu alam
Baik Ustadz Abu Ziad, kami di sini ingin memberikan sekali lagi keterangan bahwasannya dalam belajar bahasa arab haruslah dengan mempelajarinya secara bertahap. Dari yg paling mudah kemudian berlanjut ketingkat yg lebih sulit.
Oleh karena itu kami memilih memulai belajar dari ilmu nahwu dulu sebelum melanjutkan ke belajar sharaf seperti saran Ustadz. Bagi yg ingin mengikuti saran beliau kami persilahkan untuk mengikutinya, namun bagi yg ingin memperkuat pondasi dasarnya maka bisa memulai dengan ilmu nahwu dulu, kemudian berlanjut ke sharaf kemudian gabungan dari keduanya. Insyaa Allah dari Radio Muslim kita akan terus melanjutkan berlajar bahasa arab ini dari kitab nahwu, sharaf dan gabungan dari ilmu nahwu dan sharaf. Semoga Allah mudahkan urusan kita agar dapat menyelesaikannya setahap demi setahap.
Perlu ditegaskan bahwa setiap orang punya metode dan cara tersendiri dalam mengajarkan ilmunya terlebih kita harus dapat menyesuaikan siapakah yg akan kita ajarkan. Maka kepada Ustadz Abu Zaid silahkan melanjutkan metode yg anda buat lewat nahwu centernya dan Ma’had Umar Bin Al Khotthob serta Radio Muslim juga punya metode tersendiri dalam mengajarkan bahasa arab. Kami ucapkan terima kasih atas saran dan masukannya selama ini Jazaakumullahu khairan. Wallahu a’lam
Baiklah kalau begitu saya perlu rasanya minta maaf, marilah kita sama sama saling bendoakan saja, Marhaban Ya Ramadhan